Jatuh Dari Ketinggian Puluhan Meter, Penambang Batu Kapur di Tuban Tewas

0
51

TUBAN – Nasib naas menimpa Sukiman (48), pekerja sekaligus pemilik tambang batu kapur warga RT 02 RW 04 Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Dia terjatuh dan tewas saat melakukan aktivitas di lokasi tambang batu kapur Dusun Singget, Desa Pucangan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Selasa (8/6/2021) siang.

Pekerja yang juga pemilik tambang batu kapur itu tewas dengan kondisi luka parah. Korban jatuh dari ketinggian puluhan meter lantaran alat derek yang digunakan korban jatuh karena tiang penyangganya patah. Korban meninggal ditempat sebelum mendapatkan pertolongan.

Peristiwa tragis itu terjadi saat Sukiman sedang melakukan aktivitas mengangkat atau memindahkan batu kapur dari dasar tambang dan dinaikan ke atas lokasi dengan ketinggian sekitar 40 meter.

“Korban bekerja di lokasi tambang batu kapur miliknya. Saat itu korban sedang menaikan batu kapur dari bawah atau dari dalam tambang,” terang Koptu Arifin, Babinsa Pucangan saat membantu evakuasi korban.

Untuk mengangkat batu kapur dari dalam tambang, korban menggunakan alat derek yang dibuat secara manual dengan ditarik tenaga listrik. Namun, saat itu alat derek yang digunakan mengangkat batu yang terpasang di atas lokasi tiba-tiba putus karena tiang penyangganya patah.

“Karena posisi Sukiman sangat dekat dengan tiang derek yang patah, korban tidak bisa menghindar dan ikut terseret. Dia terjatuh bersamaan dengan tiang derek yang patah tersebut ke dalam galian batu kumbung,” tambahnya.

Mengetahui korban sudah dalam kondisi terjatuh ke dalam lokasi tambang dengan kedalaman puluhan meter itu, sejumlah karyawan atau pekerja korban berusaha menolongnya. Korban berhasil dievakuasi dari dasar tambang dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah di kepala.

“Korban meninggal ditempat. Korban mengalami luka retak pada kepalanya dan banyak mengeluarkan darah. Adapun untuk patahnya pangkal tiang penyangga derek itu diduga karena tidak kuat menahan beban muatan batu kumbung yang terlalu berat,” pungkas Koptu Arifin. (ton/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen + ten =